Jumat, 25 Januari 2019


1. Hakikat Salam
Salah satu dari keindahan ajaran Islam adalah bahwa Islam mengajarkan
kepada setiap pemeluknya untuk mengucapkan salam setiap kali bertemu
dengan saudaranya sesama muslim, baik ketika memasuki rumah atau
memasuki majlis. Salam menurut ajaran Islam pada hakikatnya adalah do'a
yang kita panjatkan kepada Allah SWT untuk keselamatan dan kesejahteraan
saudara kita yang kita jumpai.
Bila seorang muslim mengucapkan "Assalaamu 'alaikum wa rohmatulloohi
wa barokaatuh", ini artinya ia mendo'akan agar saudaranya itu mendapatkan
keselamatan, rahmat dan barakah dari Allah SWT.
Oleh sebab itu salam tersebut khusus bagi ummat Islam. Dan ummat Islam
dilarang mendo'akan keselamatan bagi orang yang bukan muslim, berdasarkan
firman Allah :
   
     
 
1
Tidaklah pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun
untuk orang-orang musyrik sekalipun mereka itu adalah sanak kerabatnya
setelah nyata bagi mereka bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah
penghuni neraka jahannam. [QS. At-Taubah : 113]
2. Keutamaan Salam
Setiap perintah, anjuran atau larangan dalam Islam pasti mengandung hikmah
demi kebaikan hidup di dunia dan di akhirat kelak. Hikmah dari ajaran Islam itu
adakalanya dijelaskan dengan tegas oleh Allah atau Rasul-Nya, ada pula yang
tidak dijelaskan, tetapi kita meyaqininya bahwa semua yang dari Allah dan
Rasul-Nya itu pasti baik.
Salam juga merupakan suatu cara untuk memulihkan hubungan yang tidak baik
2
antara sesama muslim. Seorang muslim dilarang mendiamkan sesama muslim
lebih dari tiga hari. Dan bila hal yang tidak diinginkan itu terjadi juga, Islam
memberikan suatu cara untuk memperbaikinya, sebagaimana disebutkan
dalam hadits :

Dari Abu Ayyub Al-Anshariy bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Tidak
halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam,
keduanya bertemu lalu yang satu berpaling dan yang lain berpaling juga. Dan
yang paling baik diantara keduanya adalah yang memulai memberi salam".
[HR. Muslim juz 4, hal. 1983]
Adapun hadits tentang keutamaan salam antara lain :

Dari Abdullah bin 'Amr (bin 'Ash) RA, bahwasanya ada seorang laki-laki
bertanya kepada Nabi SAW, "(Ya Rasulullah), Islam yang bagaimanakah yang
paling baik ?". Beliau SAW menjawab, "(Islam yang paling baik ialah) kamu
memberi makan (kepada orang lain) dan menebarkan salam kepada orang
yang sudah kamu kenal maupun orang yang belum kamu kenal". [HR. Bukhari
juz 1, hal. 9]